Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Bagaimana Meningkatkan Daya Ingat?

Posted by Unknown Sabtu, 29 September 2012 0 komentar
SHUTTERSTOCK
Cemas karena belakangan ini Anda menjadi lebih sering lupa daripada sebelumnya? Sesekali mengalami lupa sebenarnya adalah hal yang normal. Penyebabnya bisa karena stres, darah tinggi, atau Anda memang sedang sulit berkonsentrasi.

Berikut ini beberapa saran dari sejumlah para ahli untuk menyegarkan kembali ingatan Anda:

1. Konsumsi vitamin B, C, D, dan E 

Penelitian terbaru menunjukkan, orang usia lanjut yang memiliki level vitamin B,C, D dan E tinggi dalam darahnya memiliki daya ingat dan kemampuan berpikir yang kuat. Cukupi kebutuhan vitamin B12 yang biasanya terdapat di ikan, daging, telur, susu, dan daging unggas. Sebaiknya konsumsi vitamin ini dari sumbernya langsung ketimbang suplemen.

2. Main games
Isi waktu luang Anda dengan permainan yang mengasah otak, seperti puzzle, catur, atau Sudoku. Untuk meningkatkan fokus, kecepatan, dan fleksibilitas, buatlah batasan waktu untuk menyelasikan permainan. Beberapa jenis hobi juga bisa berdampak positif bagi otak, misalnya melukis, menulis, atau membaca, yang dilakukan secara teratur.

3. Aktivitas jalan cepat
Olahraga akan memicu perubahan positif di otak, termasuk membuat sambungan baru diantara sel saraf, meningkatkan aliran darah, dan menciptakan sel-sel otak baru, yang semuanya akan membuat memori selalu tajam.

Anda bisa memilih olahraga ringan seperti jalan cepat. Bila dilakukan setiap hari kegiatan ini bukan hanya menjaga tekanan darah dan kolesterol, tapi juga mencegah penyakit demensia.


Sumber : http://health.kompas.com | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : ilustrasi

Baca Selengkapnya ....

Risiko Buruk bagi Pekerja Stres

Posted by Unknown Minggu, 23 September 2012 0 komentar
PEKERJAAN yang menimbulkan stres sangat berbahaya bagi pekerja. Merka terancam mengalami risiko serangan jantung bahkan hingga 23 persen.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet tersebut, memuat juga informasi bahwa mengisap rokok dan duduk berlama-lama saat bekerja, ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik, diklaim jauh lebih merusak kesehatan.

Dalam studi, para peneliti menganalis tekanan pekerjaan pada pegawai yang sebelumnya diketahui tidak memiliki penyakit jantung koroner (CHD). Peneliti meminta mereka untuk mengisi daftar pertanyaan mengenai tuntutan pekerjaan, beban kerja, tingkat tuntutan tekanan waktu, dan kebebasan mereka untuk membuat keputusan.

Peter Weissberg, Direktur Medis di British Heart Foundation, mengatakan temuan itu mempertegas bahwa berada dibawah tekanan pekerjaan dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Dari temuan itulah para peneliti menyarankan para pekerja untuk mengonsumsi makanan dengan gizi  simbang, olahraga rutin, dan berhenti merokok. "Semua itu sangat penting dilakukan untuk mencegah risiko tersebut," ujar Weissberg. (Time/*/OL-06)


Sumber : mediaindonesia.com | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : ilustrasi


Baca Selengkapnya ....

Penyebab Anda Gampang Marah

Posted by Unknown Sabtu, 22 September 2012 0 komentar
Setiap orang pasti memiliki tingkat emosi yang berbeda, tergantung bagaimana masing-masing individu dapat mengendalikan. Perlu anda ketahui apa saja yang menjadi penyebab anda jadi gampang marah. Marah merupakan emosi yang sehat seperti halnya menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebabnya bisa karena kecewa, takut, tersinggung atau merasa terluka.

Namun, jika Anda menemukan orang terdekat marah secara berlebihan, selidiki dulu apakah ia dalam pengaruh pengobatan atau menderita suatu penyakit.

Dr. Helen Stokes Lampard dari Royal College of General Practitioners mengatakan, ada sejumlah kondisi medis dan obat-obatan yang dapat menyulut kemarahan seseorang. Berikut adalah 8 hal yang sering dilaporkan terkait tingkat kemarahan di antara pasien :

1. Hipertiroidisme
Hipertiroidisme terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Kondisi ini biasanya banyak dialami para wanita. Menurut Dr. Neil Gittoes, seorang ahli endokrinologi di University Hospitals Birmingham and BMI the Priory Hospital, Birmingham, hormon tiroid mempengaruhi sistem metabolisme Anda. Hal ini akan meningkatkan kegelisahan, gugup, serta sulit berkonsentrasi. Ketika tiroid terlalu aktif, ini dapat menjadi alasan mengapa Anda mudah berteriak kepada anak-anak Anda, suami, atau orang lain.

2. Obat kolesterol
Statin yang diresepkan sebagai obat kolesterol tinggi menimbulkan efek samping yang menyebabkan seseorang mudah kehilangan kesabaran. Dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas California, statin akan membuat serotonin lebih rendah, yang menyebabkan peningkatan depresi dan kematian.

3. Diabetes
Seorang penderita diabetes yang kekurangan gula darah akan meningkat kemarahannya. Ketidakseimbangan kadar gula pada tubuh dapat menyebabkan ketidakseimbangan serotonin dalam otak. Akibatnya, sesorang menjadi lebih agresif, kebingungan, marah berlebihan dan bahkan serangan panik.

4. Depresi
Menurut Paulus Blenkiron, seorang psikiater di Bootham Park Hospital, York, akibat depresi seseorang dapat merasa sangat marah, gelisah serta menyebabkan perasaan tidak berharga, malu atau merasa bersalah.

5. Autisme
Gangguan perkembangan ini bisa mempengaruhi pertumbuhan otak secara normal serta ketrampilan sosial dan komunikasi. Banyak hal yang menstimulasi sensorik dapat meningkatkan kemarahan penderita autisme.

6. Alzheimer
Penyakit ini merupakan bentuk demesia atau kepikunan yang mempengaruhi fungsi otak termasuk perilaku emosional dan kepribadian seseorang. Hal ini dapat menyebabkan ledakan kemarahan.

7. Obat tidur
Obat-obat tidur seperti Benzodiazepin bekerja dengan memperlambat berbagai fungsi otak. Dengan pengurangan beberapa fungsi, obat tidur ini bisa menambah kemarahan seseorang.

8. Sindrom pra menstruasi
Sindrom pra menstruasi (PMS) pada wanita terjadi karena tidak seimbangnya hormon seperti estrogen dan progesteron. Wanita menjadi lebih mudah marah tanpa alasan yang jelas. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, mood wanita bisa berubah selama dua minggu terakhir siklus menstruasi atau dua minggu sebelum menstruasi.

Melihat delapan penyebab di atas, Anda kini mengerti bahwa kemarahan orang yang Anda cintai belum tentu berasal dari ego nya. Penyakit dan obat-obatan dapat mempengaruhi serotonin dalam otak dan memicu kemarahan yang tidak wajar.

Sumber : doktersehat.com | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : ilustrasi
Tags : Kesehatan, Psikologi

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of android nexus 7.